Sebelum kalian mengenal lebih jauh tentang perubahan sosial, pernahkah kalian mengamati perubahan pada diri kalian sendiri? Coba ayooo lihatlah foto-foto kalian saat masih kecil. Adakah perubahan yang kalian alami? Tentunya ada dong sahabat historia....
Jika secara pribadi, manusia senantiasa mengalami perubahan, apakah dalam masyarakat juga ada perubahan?
Coba deh sekarang amati gambar-gambar berikut ini!
Hayo pernah kan mengalami seperti yang ada di
gambar???
Oke jadi gini sobat historia, perubahan sosial adalah hal yang
bisa dilihat dan rasakan di kehidupan sehari-hari kita. Coba deh
perhatikan lingkungan di sekeliling kalian. Pada zaman dahulu, anak-anak seusia
kalian belum mengenal dan belum mahir menggunakan teknologi komunikasi dan
internet, sedangkan pada zaman sekarang, kalian bisa menggunakan teknologi
komunikasi dan internet dengan sangat mahir. Jadi, hal tesebut merupakan wujud
dari perubahan sosial yang membawa kemajuan, di mana masyarakat secara umum
bisa merasakan perubahan pola-pola kehidupan dalam kesehariannya.
A. Max Weber
Menurut buku
Sociological Writings, perubahan sosial budaya menurut Max Weber adalah
perubahan situasi dalam masyarakat sebagai akibat dari adanya ketidaksesuaian
unsur-unsur di dalamnya.
B. Selo Soemardjan
Perubahan sosial adalah
perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang
memengaruhi sistem sosial termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola
perilaku di antara kelompok dalam masyarakat.
C. William Kornblum
Perubahan sosial budaya
adalah perubahan suatu budaya secara bertahap dalam jangka waktu yang lama.
D. J.L Gillin dan J.P
Gillin
Perubahan sosial
merupakan variasi dari cara-cara atau mode hidup yang telah diterima, bisa
karena perubahan kondisi geografis, komposisi penduduk atau ideologi, dalam
kebudayaan materil, maupun disebabkan oleh difusi atau penemuan-penemuan baru
dalam kelompok.
E. Kingsley Davis
Pendapat Davis mengenai
perubahan Budaya adalah perubahan yang mencakup segenap cara berpikir dan
bertingkah laku, yang timbul karena adanya interaksi yang bersifat komunikatif.
Setiap unsur di
masyarakat pasti mengalami perubahan sosial. Perubahan sosial dapat meliputi
perubahan nilai-nilai, norma, teknologi, dan interaksi sosial.
Lalu seperti apa sih
proses terjadinya perubahan sosial budaya itu? Oke, jadi perubahan sosial itu
tidak serta merta terjadi begitu saja, melainkan ada proses-prosesnya. Secara
umum terdapat 4 macam proses yang membuat perubahan sosial itu terjadi, yaitu
Akulturasi, Asimilasi, Difusi, dan Akomodasi
1. Difusi
Difusi merupakan proses
penyebaran berbagai unsur pembentuk kebudayaan, baik berupa ide, keyakinan, dan
lain sebagainya. Hal ini disebarkan dari individu ke individu yang lain, atau
bahkan lebih luas dari pada itu. Difusi dibedakan menjadi dua macam yakni
difusi intramasyarakat dan difusi antarmasyarakat.
Difusi intramasyarakat
merupakan difusi unsur kebudayaan antarindividu atau golongan dalam masyarakat
yang dipengaruhi beberapa faktor seperti adanya pengakuan bahwa unsur budaya
baru tersebut memiliki banyak kegunaan. Kemudian, difusi antarmasyarakat ialah
difusi unsur kebudayaan dari satu masyarakat ke masyarakat yang lain. Difusi
antarmasyarakat terjadi karena adanya kontak sosial antarmasyarakat hingga
timbul pengakuan akan kegunaan unsur kebudayaan baru tersebut.
2. Akulturasi
Akulturasi dapat diartikan sebagai sebuah proses masuknya suatu kebudayaan asing ke dalam sekelompok masyarakat, hingga unsur kebudayaan asing itu dapat diterima dan diolah ke dalam kebudayaan masyarakat tersebut. Cepat atau lambatnya unsur kebudayaan asing dapat diterima kelompok masyarakat bergantung kepada cara masuk dari budaya tersebut. Jika, unsur kebudayaan tersebut masuk dengan cara pemaksaan, maka akulturasi akan berjalan cukup lama. Namun, jika melalui proses yang damai, maka unsur kebudayaan tersebut relatif lebih cepat diterima.
Gambar
1 Masjid Menara kudus Wujud akulturasi Budaya Hindu-Islam
Gambar
2 Candi Plaosan wujud akulturasi Budaya Hindu-Budha
3. Asimilasi
Asimilasi timbul jika
ada dua individu atau kelompok masyarakat dengan latar budaya berbeda
berinteraksi dengan intensif dalam jangka waktu lama. Dengan begitu
lama-kelamaan, salah satu budaya individu atau kelompok masyarakat tersebut
akan hilang. Proses perubahan sosial dengan bentuk asimilasi ini merupakan
usaha untuk mengurangi perbedaan antargolongan masyarakat guna mencapai suatu
tujuan demi kepentingan bersama.
4. Akomodasi
Akomodasi dapat
dipahami sebagai keadaan yang menunjukkan keseimbangan dalam hubungan sosial
antara individu dengan kelompok-kelompok yang berkaitan dengan norma atau nilai
yang berlaku di masyarakat.
Bentuk-bentuk
perubahan sosial budaya
Bentuk-bentuk perubahan
sosial budaya antara lain:
Dilihat dari waktunya:
1)
Evolusi atau perubahan lambat
Perubahanyang membutuhkan waktu lama dimana menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), evolusi adalah perubahan (pertumbuhan dan
perkembangan) secara berangsur-angsur dan perlahan-lahan atau sedikit demi
sedikit.
Gambar 3. Evolusi manusia purba
1) Revolusi
atau perubahan cepat
Revolusi society adalah perubahan sosial dan
kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok
kehidupan masyarakat.
Gambar 4. Revolusi Prancis
Dilihat dari pengaruhnya
1) Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat
2) Perubahan yang pengaruh besar adalah perubahan yang akan membawa pengaruh besar bagi masyarakat
Selanjutnya seperti apa sih ciri-ciri perubahan
sosial itu?
1.
Berkelanjutan
Perubahan sosial sifatnya berkelanjutan dan ini merupakan ciri-ciri yang paling utama. Maksudnya, masyarakat di manapun akan mengalami perubahan, bisa secara cepat bisa juga secara lambat. Perubahan sosial sudah pasti terjadi pada masyarakat dan akan terus berkembang. Hal ini adalah konsekuensi dasar karena manusia merupakan mahkluk sosial.
2.
Imitatif
Perubahan sosial juga bersifat imitatif, apa maksudnya? Misalnya perubahan terjadi pada suatu kelompok masyarakat, nah hal tersebut akan diikuti oleh kelompok masyarakat lainnya. Kok bisa? Ya, hal itu terjadi karena masing-masing kelompok akan saling mempengaruhi, mereka tidak dapat mengisolir diri dari perubahan-perubahan yang ada.
3.
Disorganisasi
Sementara
Disorganisasi adalah sebuah keadaan yang kacau, hal ini merupakan akibat dari adaptasi bagian-bagian masyarakat terhadap perubahan sosial yang terjadi. Perubahan sosial yang sifatnya cepat, biasanya akan menimbulkan disorganisasi yang bersifat sementara. Contoh disorganisasi sementara pada perubahan sosial itu seperti disorganisasi politik pasca reformasi yang dialami oleh Indonesia pada tahun 1998.
4.
Hubungan
Kausalitas (Timbal Balik)
Perubahan
sosial tidak terbatas pada bidang material atau immaterial saja. Akan tetapi,
perubahan sosial itu dapat terjadi pada keduanya. Kenapa begitu? Karena antara
aspek material dan immaterial memiliki satu hubungan kausalitas (timbal balik)
5.
Penggolongan
Watak (Tipologis)
Secara tipologis perubahan sosial dapat dikategorikan dalam beberapa bentuk, antara lain proses sosial, perubahan struktur, perubahan struktur kelompok, dan segmentasi.
Dilihat dari perencanaan
1) Perubahan yang direncanakan
Perubahan yang direncanakan
adalah perubahan yang sebelumnya telah diprogramkan oleh masyarakat atau
pemerintah.
2) Perubahan yang tidak direncanakan
Perubahan yang tidak direncanakan
adalah perubahan yang tidak dikehendaki dan berlangsung di luar perkiraaan atau
jangkauan manusia. Biasanya menimbulkan dampak atau akibat yang tidak dikendaki
oleh manusia.
Faktor pendorong perubahan sosial budaya
Berikut faktor pendorong perubahan budaya:
a. Ketidakpuasan terhadap kondisi yang ada.
b. Penemuan baru (discovery dan invention).
c. Sikap terbuka terhadap perubahan.
d. Perubahan standar hidup.
e. Sikap pendidikan yang maju Keadaan masyarakat yang majemuk.
Faktor penghambat
perubahan sosial budaya
Berikut faktor-faktor penghambat sosial budaya:
a. Alasan ideologi dan agama.
b. Sikap tertutup terhadap perubahan.
c. Tingkat pendidikan yang rendah pada masyarakat.
d. Struktur sosial.
e. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.
f. Sikap masyarakat yang sangat tradisional.
Dampak perubahan sosial budaya
Adanya perubahan sosial budaya juga memiliki dampak
bagi masyarakat. Berikut dampak perubahan sosial budaya:
a. Dekadensi moral
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dekandesi adalah kemerosotan (tentang akhlak), kemunduran (tentang seni, sastra). Dekandesi moral adalah merosotnya moral seseorang yang ditunjukkan dari perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma di masyarakat. Biasanya perilaku tersebut merugikan dirinya dan orang lain.
b. Kriminalitas
Perubahan sosial budaya bisa berdampak pada kriminalitas. Kriminalitas adalah suatu kondisi dan proses sosial yang menghasilkan perilaku lain. Kriminalitas merupakan tindakan yang melanggar norma hukum.
c. Aksi protes atau demonstrasi
Demontrasi adalah pernyataan protes yang dikemukakan secara massal.
d. Konsumerisme
Konsumerisme merupakan pandangan yang diikuti dengan tindakan atau perbuatan penggunaan barang secara berlebihan.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar